Kanker kelenjar getah bening dan penyakit langka telah merenggut keceriaan bocah berumur 8 tahun yang punya cita-cita jadi polisi ini. Benjolan sebesar kelereng yang semakin banyak membuat Arun mudah marah ketika kepanasan. Apalagi saat nanah dan bau busuk menyengat keluar dari dirinya.

f3ee82ff-2743-402b-9a6e-e4355af957b0.jpg

Arun malu ketemu orang. Arun minder dan enggan bermain bersama teman-teman. Arun memilih di rumah dan kadang mengurung diri di dalam kamar.

f4084c5a-1236-4fc3-909d-d71db8b98291.jpg

“Arun udah sekolah, tapi belum bisa hitung dan baca. Kalau belajar mukanya pucat, suka mengeluh pusing. Ga bisa dia belajar pasti langsung lemas..”

“Dari benjolan di belakang leher bikin bagian dalam mulut Arun rusak. Giginya pada goyang. Masih bisa makan, tapi harus pelan-pelan..” cerita ibunya.

2d657984-0f6f-4b3e-b64a-bf51e3195728.jpg

Selama 3 tahun Arun kesulitan untuk makan, karena ia kesakitan menelan dan mengunyah makanan. Tubuhnya cepat sekali drop sampai tidak bisa untuk belajar.

Ibu Arun sangat terpukul terhadap kondisi anak semata wayangnya. Selama ini, ia juga yang jadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh di pasar. Penghasilannya hanya cukup menutupi kebutuhan sehari-hari. Upahnya tidak lebih dari 30.000 hingga tidak bisa membawa buah hatinya jalani rutin kemoterapi.

    There are no latests news yet

30 Jul 2021

Ikbal

"Tes"

Rp 200.000